Tinggalkan komentar

perkawinan dan waris islam

Contoh I :

Kasus waris (faraidh)

Pada tahun 2009, seorang laki-laki meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Ia meninggalkan seorang anak laki-laki kandung, dua orang anak perempuan kandung, seorang anak laki-laki angkat, seorang ibu, seorang nenek, dan saudara laki-laki sekandung. Ketika laki-laki itu meninggal, ia meninggalkan harta sebesar Rp. 700.000.000,-. Ternyata sebelum ia meninggal, ia pernah menyatakan bahwa ia mewasiatkan 1/7 hartanya kepada anak angkatnya. Mengetahui hal itu anak kandung dari yang meninggal merasa tidak setuju dan enggan untuk memberikan wasiat kepada saudara angkatnya tersebut.

Dalam hal ini bagaimanakah penyelesaian kasusnya?

Dalam hal ini yang menjadi ahli waris adalah :

  1. 1.   ibu
  2. 2.   Dua anak laki-laki       
  3. 3.   Seorang orang anak perempuan     

Anak angkat tidak mendapatkan bagian waris karena dalam islam ada ketentuan bahwa anak angkat bukan merupakan bagian dari ahli waris.

Nenek tidak menjadi ahli waris karena ia terhijab/terhalang oleh ibu.

Saudara laki-laki kandung tidak menjadi ahli waris karena terhijab/terhalang oleh anak laki-laki kandung.

Bagaimanakah proses pembagian harta benda warisannya?

Pertama, harus dipenuhi dulu wasiat sipewaris yaitu dalam hal ini wasiat kepada anak angkat, karena meskipun anak kandung dari pewaris tidak menyetujuinya itu tidak menjadi penghalang kepada anak angkat untuk mendapatkan wasiat tersebut, selain itu wasiatnya juga sah karena tidak melebihi dari 1/3 dari seluruh harta dan tidak diberikan kepada ahli waris.

Dalam kasus waris ini, ibu mendapat bagian 1/6 dari harta yang ditinggalkan karena pewaris/yang meninggal meninggalkan keturunan. Dua anak laki-laki mendapat bagian ‘asobah binnafsi, dan satu anak perempuan mendapatkan bagian ‘asobah bil ghoir karena ada anak laki-laki.

Adapun pembagiannya adalah sebagai berikut :

Harta peninggalan                                                         Rp.700.000.000,00-

Wasiat                            1/7 x Rp.700.000.000,00 =     Rp.100.000.000,00

Rp.600.000.000,00-

Ibu                                 1/6 x Rp.600.000.000,00 =     Rp.100.000.000,00

Rp.500.000.000,00-

*Dua anak (laki-laki)               ‘asobah binnafsi             Rp.400.000.000,00

@ Rp.200.000.000,00

Satu anak (perempuan)           ‘asobah bil ghair            Rp.100.000.000,00

Rp.0,00

Ket. : *bagian anak laki-laki sama dengan dua bagian anak perempuan. Jadi apabila dilihat dari contoh diatas, bagian 3 orang anak itu seolah-olah bagian untuk 5 orang anak, karena 2 anak laki-laki menjadi 4bagian ditambah satu bagian anak perempuan.

Contoh II :

Kasus perkawinan

Marinem seorang perempuan yang masih berstatus lajang mempunyai hubungan khusus dengan seorang laki-laki bernama satrio. Mereka berdua saling mencintai, namun hubungan mereka tidak disetujui oleh kedua orang tua marinem, terutama ayahnya sebagai wali marinem.

Namun, marinem tetap bersikukuh untuk menikah dengan satrio. Sampai-sampai Ia mengancam pada orang tuanya bahwa ia akan bunuh diri apabila orang tuanya tetap melarang ia untuk menikah dengan satrio.

Mendengar hal itu, orang tua marinem begitu terkejut, namun ternyata keterkejutannya itu tidak mengubah keyakinan mereka, mereka tetap tidak akan menikahkan marinem dengan satrio.

Kemudian, bagaimanakah solusi yang tepat untuk menyelesaikan perkara  diatas?

Agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan, ayah marinem yang berkedudukan sebagai wali nikahnya marinem boleh tidak menikahkan marinem dengan satrio dan menyerahkan anaknya itu pada wali hakim meskipun wali nasab masih ada/hidup, dengan syarat ada pernyataan tertulis dari wali nasab bahwa ia menyerahkan pernikahan anaknya itu pada wali hakim. Maka dengan itu marinem bisa melangsungkan pernikahan dengan satrio dengan wali hakim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: