Tinggalkan komentar

pandrecht, hipotik dan hak tanggungan

TUGAS MATA KULIAH HUKUM PERDATA
Nama : Fitri Purbani
Npm : 110110100096
Kelas : B (Pagi)
SOAL !
1. Apa yang dimaskud dengan pandrecht?
Sebutkan apa yang dapat dijadikan objek pandrecht?
2. Apa hak-hak dari pandnemer?
3. Apa kewajiban pemegang gadai?
4. Bandingkan hipotik dalam ketentuan BW dengan hak tanggungan!
5. Terangkan objek pand, hipotik dan hak tanggungan!
6. Apa yang dimaskud dengan hak privilegie? Uraikan siapa subjek, objek, dan jaminannya!
URAIAN!
1. Apa yang dimaskud dengan pandrecht?
didalam pasal 1150 KUH Perdata disebutkan bahwa definisi gadai adalah “gadai ialah suatu hak yang diperoleh kreditur atas suatu barang bergerak, yang diberikan kepadanya oleh debitur atau orang lain atas namanya untuk menjamin suatu hutang, dan yang memberikan kewenangan kepada kreditur untuk mendapat pelunasan dari barang tersebut lebih dahulu dari kreditur-kreditur lainnya, terkecuali biaya-biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah dikeluarkan untuk memelihara benda itu, biaya-biaya mana harus didahulukan”.
Sebutkan apa yang dapat dijadikan objek pandrecht?
Pada dasarnya semua benda bergerak bisa dijadikan objek hak gadai. Benda bergerak itu ada dua macam :
a. Benda bergerak yang berwujud
b. Benda bergerak yang tak berwujud, yaitu yang berupa berbagai hak untuk mendapatkan pembayaran uang, yaitu yang berwujud surat-surat piutang aan toonder (kepada si pembawa), aan order (atas tunjuk), op naam (atas nama).

2. Apa hak-hak dari pandnemer?
Hak pemegang gadai :
a. Berhak untuk menjual benda digadaikan atas kekuasaan sendiri
b. Berhak untuk mendapatkan ganti rugi yang berupa biaya yang telah dikeluarkan untuk menyelamatkan benda gadai.
c. Berhak menahan benda gadai sampai ada pelunasan hutangdari debitur.
d. Berhak mempunyai referensi.
e. Berhak untuk menjual benda gadai dengan perantara hakim
f. Atas ijin hakim tetap menguasai benda gadai.
3. Apa kewajiban pemegang gadai?
a. Pasal 1157 ayat 1 KUHP perdata pemegang gadai bertanggung jawab atas hilangnya harga barang yang digadaikan yang terjadi atas kelalaiannya.
b. Pasal 1156 KUHP ayat 2 berkewajiban untuk memberitahukan pemberi gadai jika barang gadai dijual.
c. Pasal 1159 KUHP ayat 1 beranggung jawab terhadap hasil penjualan barang gadai.
d. Kewaijban untuk mengembalikan benda gadai jika debitur melunasi hutangnya.
e. Kewajiban untuk melelang benda gadai.

4. Bandingkan hipotik dalam ketentuan BW dengan hak tanggungan!

Pand (gadai) Hipotik Hak tanggungan
Harus disetai dengan pernyataan kekuasaan atas barang yang digadaikan Tidak harus disetai dengan pernyataan kekuasaan atas barang yang digadaikan Dilakukan dengan pembuatan akta pemberian hak tanggungan (APHT) yang dibuat oleh PPAT
Hapus jika barang yang digadaikan pindah tangan ke orang lain Tetap mengikuti bendanya walaupun telah dipindahtangankan ke orang lain. Selalu mengikuti obyek dalam tangan siapapun obyek hak tanggungan itu berada.

Satu barang tidak pernah dibebani lebih dari satu gadai walaupun tidak dilarang beberapa hipotik yang bersama-sama dibebankan diatas satu benda adalah sudah merupakan keadaan biasa Objek hak tanggungan adalah tanah.
Adanya gadai dapat dibuktikan dengan segala macam pembuktian yang dapat dipakai untuk membuktikan perjanjian pokok adanya perjanjian hipotik dibuktikan dengan akta otentik. Dapat dibuktikan dengan akta pemberian hak tanggungan (APHT) yang dibuat oleh PPAT

5. Terangkan objek pand, hipotik dan hak tanggungan!
Objek pand adalah :
Semua benda bergerak dan pada dasarnya bisa digadaikan, baik benda bergerak berwujud maupun tidak berwujud yang berupa berbagai hak untuk mendapatkan pembayaran uang, yakni berwujud surat-surat piutang kepada pembawa, atas tunjuk, dan atas koma.
Objek hipotik adalah :
Menurut pasal 1164 KUH Perdata yang dapat dibebani hipotik adalah :
a. Benda-benda tak bergerak.
b. Hak memungut hasil atas benda tersebut.
c. Hak postal (sekarang hak guna bangunan) dan hak erfpacht (sekarang hak guna usaha).
d. Bunga tanah.
e. Bunga sepersepuluh.
f. Bazar-bazar atau pasar-pasar yang diakui pemerintah beserta hak istimewa yang melekat padanya.
Diluar pasal 1164 KUH Perdata, yang dapat dibebani hipotik adalah :
• Bagian yang tidak dapat dibagi-bagi dalam benda tak bergerak yang merupakan hak milik bersama (hak milik bersama yang bebas).
• Kapal.
• Hak-hak tanah, seperti hak milik, hak guna bangunan, hak guna usaha yang diconversi dari hak-hak barat yaitu hak eigendom, hak opstal, dan hak erfpacht (UU No. 5 tahun 1960).

6. Apa yang dimaksud dengan hak privilegie? Uraikan siapa subjek, objek, dan jaminannya!
Definisi privilegie diatur dalam pasal 1134 ayat 1 KUH Perdata : “Privilegie adalah suatu hak yang diberikan oleh UU kepada creditor yang satu di atas creditor lainnya semata-mata berdasarkan sifat dari piutangnya”. Privilegie diatur dalam Titel 19 Buku II KUH Perdata. Privilegie bukan merupakan hak kebendaan, namun hanya merupakan hak untuk lebih mendahulukan dalam pelunasan/pembayaran piutangnya.

Sumber : hukum benda, prof. Dr. Ny. Sri Soedewi M S, S.H.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: