Tinggalkan komentar

permohonan dan gugatan

PERMOHONAN DAN GUGATAN
1. Pengertian Gugatan Dan Permohonan
Disamping gugatan yang terdapat pihak penggugat dan tergugat, ada juga permohonan yang diajukan oleh seorang pemohon atau lebih secara bersama-sama. Perbedaan antara gugatan dan permohonan adalah dalam perkata gugatan ada sengketa atau konflik yanh harus diselesaikan dan diputus oleh pengadilan. Dalam suatu gugatan ada pihak yang merasa bahwa hak mereka telah dilanggar, akan tetapi pihak yang dirasa melanggar tidak mau secara sukarela melakukan sesuatu yang diminta. Dan untuk menentukan siapa yang benar dan berhak, diperlukan adanya suatu putusan hakim. Dalam hal ini hakim benar-benra berfungsi sebagai hakim yang mengadili dan memutus siap diantara pihak-pihak tersebut yang benar dan siapa yang salah.
Dalam permohonan tidak ada sengketa. Permohonan yang banyak diajukan di muka pengadilan negeri adalah mengenai permohonan pengangkatan anak angkat wali, pengampu, perbaikan akta catatan sipil, dan sebagainya.
Contoh permohonan adalah seseorang meninggal dunia dan segenap ahli warisnya secara bersama-sama menghadap ke muka pengadilan untuk mendapat suatu penetapan perihal bagian masing-masing dari warisan almarhum. Dalam hal ini hakim hanya sekedar member jasa-jasanya sebagai seorang tenaga tata usaha Negara. Hakim mengeluarkan penetapan atau lazimnya disebut putusan declaratoir, yaitu putusan yang bersifat menetapkan atau menerangkan saja. Dalam persoalan ini, hakim tidak memutuskan sesuatu konflik seperti halnya dalam perkara gugatan. (bandingkan dengan putusan MA tanggal 23 oktober 1957 No. 130 K/sip/1957.
2. Perihal Kekuasaan Mutlak Dan Kekuasaan Relative
Dalam hukum acara perdata dikenal dua macam kewenangan, diantaranya:
1. Wewenang mutlak atau absolute competentie
2. Wewenang relative atau relative competentie.
Wewenang mutlak adalah menyangkut pembagian kekuasaan antar badan-badan peradilan, menyangkut pemberian kekuasaan untuk mengadili. Seperti pembagian wewenang antara peradilan negeri dan peradilan agama dalam hal perceraian antara orang yang beragama islam. Sedangkan wewenang relative mengatur pembagian kekuasaan mengadili antara pengadilan yang serupa, tergantung dari tempat tinggal tergugat. Dalam pasal 118 H.I.R disebutkan bahwa asasnya adalah :yang berwenang adalah pengadilan negeri tempat tinggal tergugat”. Atau disebut asas “Actor Sequitur Forum Rei”.
Di dalam pasal 17 BW disebutkan perbedaan antara tempat tinggal dan tempat kediaman yang terdapat dalam 118 ayat (1) H.I.R, bahwa tempat tinggal adalah di mana seorang berdiam dan tercatat sebagai penduduk. Sedangkan tempat kediaman adalah dimana seseorang berdiam, mungkin di rumah peristirahatannya seperti di puncak. Apabila seseorang pindah tanpa meninggalkan alamat barunya, dan tempat tinggalnya atau tempat kediamannya tidak diketahui, maka ia digugat pada pengadilan negeri tempat tinggalnya yang terakhir.
Asas Actor Sequitur Forum Rei terdapat pengecualian dalam pasal 118 H.I.R, yakni :
1. Gugat diajukan ke pengadilan negeri tempat kediaman tergugat, apabila tempat tinggal tergugat tidak diketahui.
2. Apabila tergugat lebih dari seorang, gugat diajukan pada tempat tinggal salah seorang tergugat, terserah penggugat.
3. Apabila ada dua orang tergugat yaitu tergugat dan turut tergugat berbeda, maka gugatan harus diajukan di tempat tinggal tergugat.
4. Apabila tempat tinggal dan kediaman tergugat tidak diketahui, maka diajukan di tempat tinggal penggugat atau salah saorang penggugat.
5. Dalam ad 4 tadi, apabila gugatan adalah mengenai barang tetap, dapat juga diajukan di mana barang tetap itu terletak.
6. Apabila ada tempat tinggal yang dipilih dengan suatu akta, gugat diajukan di tempat tinggal yang dipilih dalam akta tersebut.
Pengecualian yang terdapat dalam BW, RV, dan UU Perkawinan antara lain :
1. Apabila tergugat tidak cakap untuk menghadap muka pengadilan, gugat diajukan kepada ketua pengadilan negeri tempat tinggal orang tua, wali, atau curatornya (pasal 21 BW).
2. Yang menyangkut pegawai negeri, yang berhak mengadilinya adalah PN didaerah mana ia bekerja (pasal 29 BW)
3. Buruh yang menginap di tempat majikannya, maka yang berwenang mengadilinya adalah PN tempat tinggal majikan (pasal 22 BW).
4. Hal kepailitan, yang berwenang yaitu PN yang menyatakan tergugat pailit (pasal 99 (15) RV).
5. Tentang penjaminan (vrijwaring) yang berwenang adalah PN yang pertama di mana pemeriksaan dilakukan (pasal 99 ayat 14 RV).
6. Menyagkut permohonan permbatalan perkawinan, diajukan kepada PN dalam daerah hukum di mana perkawinan dilangsungkan atau di tempat tinggal kedua suami-isteri, suami atau isteri (pasal 25 Juncties pasal 63 (1) b UU No.1 tahun 1974, pasal 38 (1) dan (2) PP No.9 tahun 1975).
7. Gugatan perceraian dapat diajukan kepada PN di tempat kediaman penggugat. Apabila tergugat berada di luar negeri dan ketua PN menyampaikan permohonan tersebut kepada tergugat melalui perwakilan RI setempat (pasal 40 Jis pasal 63 (1) b UU perkawinan, pasal 20 (2) dan (3) PP No.9 tahun 1975).
Menurut pasal 207 BW gugat perceraian diajukan kepada PN tempat tinggal suami. Namun, apabila suami meninggalkan tempat tinggal dengan maksud jahat, gugat diajukan pada PN tempat kediaman si isteri yang sebenarnya.
3. Perihal Gugat Lisan Dan Tertulis
Menurut pasa 118 HIR gugat harus diajukan dengan surat permintaan yang ditandatangani oleh penggugat atau wakilnya, yang disebut surat gugat atau surat gugatan. Dan untuk orang yang buta huruf dibuka kemungkinan untuk mengajukan gugatan secara lisan kepada ketua PN yang berwenang untuk mengadili perkara itu. Menurut yurisprudensi surat gugat yang bercap jempol harus dilegalisasi terlebih dahulu. Apabila tidak dilegalisasi maka surat itu akan dikembalikan untuk dilegalisasi kemudian.
4. Perihal Para Pihak Yang Berperkara, Perwakilan Orang, Badan Hukum Dan Negara
Pada asasnya setiap orang boleh berpekara di depan pengadilan, namun ada pengecualiannya yaitu mereka yang belum dewasa dan orang yang sakit ingatan. Mereka diwakili oleh orang tu atau walinya dan oleh pengampunya.
PT yaitu suatu badan hukum, dapat menjadi pihak dalam perkara. Yang bertindak untuk dan atas nama badan hukum tersebut berdasarkan anggaran dasarnya adalah direktur PT tersebut. Apabila Negara yang digugat, maka gugatan diajukan kepada pemerintah RI, mewakili Negara republic Indonesia.
Dalam mengajukan gugatan harus diperhatikan dengan baik, bahwa yang diberi kuasa dan tergugat harus benar-benar orang yang dapat mewakili pihak yang bersangkutan. Jika tidak, maka akan berakibat fatal bagi penggugat, gugat akan dinyatakan tidak dapt diterima.
Seseorang yang mewakili salah satu pihak yang berperkaran harus merupakan wakil yang sah. Mengenai surat kuasa khusus, yaitu surat kuasa yang diharuskan dipakai dalam persidangan di pengadilan negeri, dapat dibuat dengan akta di bawah tangan atau dengan akta otentik dihadapan notaries. Surat kuasa dapat dilimpahkan kepada orang lain apabila pemberian kuasanya disertai hak untuk dilimpahkan. Dalam praktek, surat kuasa yang dilimpahkan pada bagian akhirnya memuat kalimat “surat kuasa ini di berikan dengan hak substitusi”. Perkataan substitusi artinya menggantikan, jadi menggantikan orang yang semula diberi kuasa.
Pemberian kuasa dapat juga dilakukan dengan lisan di muka persidangan. Apabila pemberian kuasa tersebut bermaksud pula untuk dapat dilimpahkan atau untuk mengajukan gugat balasan. Juga apabila pemberian kuasa meliputi juga pemberian kuasa untuk seandainya diperlukan mengajukan permohonan banding atau kasasi. Maka mengenai hal itu harus secara tegas dikatakan sewaktu pemberian kuasa lisan tersebut. Pemberian kuasa tersebut dengan lengkap harus dimuat dalam berita acara pemeriksaan sidang. Apabila dikemudian hari diajukan permohonan banding atau kasasi oleh kuasa tersebut tidak diperlukan surat kuasa khusus lagi.

Sumber : Hukum Acara Perdata Dalam Teori Dan Praktek ( Retnowulan Sutanto, SH Dan Iskandar OA, SH.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: